PROSES ORGANISA…

Maret 30, 2012 at 4:10 am (Uncategorized)

PROSES ORGANISASI

 

                Dalam membahas organisasi secara mendetail maka perlu diperinci apa yg tercangkup dalam seluk beluk organisasi. Adapun pembahasan ini ditekankan pada

  1. Teori organisasi
  2. Proses organisasi
  3. Dinamika organisasi

 

Timbulnya konflik dalam suatu organisasi merupakan kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menumui suaranya. Suatu pemahaman akan konsep dan dinamika konflik telah menjadi bagian vital dalam studi prilaku organisasional . oleh karena itu perlu dipahami dengan baik.

 

Contoh faktor factor konflik dalam perusahaan

• Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir.

• Konflik Horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran.

• Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat.

• Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer, dan sistem koordinasi yang tidak jelas.

 

 

 

 

 

 Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan. Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :

 

 

a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian

b. Melalui analisis data

c. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh

d. Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan

e. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru

 

 

Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :

a. Tetapkan masalah

b. Idntifikasi criteria keputusan

c. Alokasikan bobot pada criteria

d. Kembangkan alternaif

e. Evaluasi alternative

f. Pilih alternative terbaik

 

 

 

Proses mempengaruhi dalam perusahaan

Dalam proses mempengaruhi mencangkup tiga unsur

  1. Orang yang mempengaruhi
  2. Metoda mempengaruhi
  3. Orang yang mempengaruhi

Motoda metoda mempengaruhi dilakukan dalam banyak konteks. Oleh karena itu daerah pengaruh menncangkup hubungan hubungan berikut :

  1. Antara perseorang
  2. Kelompok dengan seorang
  3. Kelompok dengan kelompok
  4. Seorang dengan kelompok

 

 

 

–          Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang, yaitu teori formal (atau sering disebut pandangan klasik )dan teori penerimaan.

 

–          kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi. Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin

 

–          Pengaruh (influence) adalh suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.

 

 

 

Menurut fisher dalam hakekatnya ada dua model proses pengambilan keputusan yaitu

  1. Model preskriptif ( pemberian resep dan perbaikan

-menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan

-memberikan pedoman dasar

-diambil berdasarkan pada proses yang ideal

 

  1. Model deskriptif

-meneruskan bagaimana kelompok mengambil keputusan

-berhubung dengan observasi kelompok

-diambil berdasarkan realitas observasi

 

 

Teknik Pengambilan Keputusan

1. Operational Research/Riset Operasi Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan.

2. Linier Programming Riset dengan rumus matematis.

3. Gaming War Game Teori penentuan strategi.

4. Probability Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.

 

 

sumber

  1.  http://taritahasman.blogspot.com/2011/10/proses-organisasi.html
  2. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_organisasi_dan_metode/bab3_teori_dan_proses_organisasi.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: